Saat ini sebagian besar aktivitas ekonomi di dunia
dilakukan secara digital. pertumbuhan ekonomi digital inilah yang membuat
banyak perusahaan mencari keunggulan kompetitif baru di ruang digital. Namun,
bisnis digital tentu lebih dari sekadar berjualan online saja. Inilah yang
kemudian membuat banyak universitas mulai menghadirkan bisnis digital sebagai
salah satu pilihan program studinya.
Sebagai tantangan terbesar yang dihadapi para pebisnis dari berbagai sektor usaha, transformasi digital membutuhkan tenaga-tenaga baru yang andal di bidangnya. Jurusan bisnis digital diharapkan bisa membantu mempersiapkan tenaga kerja yang siap menciptakan cara baru untuk terhubung, berkolaborasi dan menjalankan bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital.
Dengan menggabungkan antara bisnis digital dengan
manajemen secara umum, para alumni diharapkan bisa mempersiapkan berbagai
sektor bisnis untuk maju melalui evolusi digital yang ada.
Jurusan Bisnis Digital dan Apa Saja yang
Dipelajari di Dalamnya
Secara ringkas, program studi bisnis digital memberikan
pelajaran bisnis berbasis teknologi. Jurusan ini akan mencetak sumber daya
manusia yang siap ditempatkan di perusahaan-perusahaan seperti e-commerce,
marketplace, startup dan lain sebagainya. Lantas, apa saja yang akan dipelajari
di jurusan ini?
Cakupan ilmu dalam jurusan bisnis digital cakupannya
sangat luas. Kamu akan belajar tentang bagaimana cara kerja dan pembuatan
e-commerce, web developer, pentingnya user experience hingga pemrograman. Untuk
kamu yang menyukai media sosial, kamu juga akan dibelai tentang bagaimana cara
sukses membuat kampanye atau iklan lewat media sosial.
Selain fokus pada teknologi digital, ilmu bisnis kamu
juga akan dibangun lewat jurusan ini. Teori dasar bisnis secara umum termasuk
hukum bisnis, pengantar bisnis hingga kewirausahaan dan perilaku konsumen juga
akan dipelajari di sini. Beberapa contoh mata kuliah jurusan bisnis digital
antara lain adalah Analisis Bisnis Digital, Strategi Bisnis Digital dan
Implementasinya, E-Marketing dan E-CRM hingga Ekonomi Digital Baru. Menarik
sekali, bukan?
Prospek Karier Alumni Jurusan Bisnis Digital
Semakin pesatnya pertumbuhan teknologi membuat
masyarakat semakin bergantung pada hal-hal yang sifatnya digital. Transaksi
online lewat e-commerce saja misalnya, sudah mencapai Rp266 triliun lebih pada tahun
2020. Di tahun 2021, terjadi kenaikan sebesar 48,5% mencapai Rp395 triliun. Ini
menunjukkan bahwa peluang bisnis digital semakin besar dan tentu saja peluang
kerja juga semakin tinggi.
Ada beberapa prospek karier menjanjikan bagi kamu alumni
jurusan bisnis digital. Simak beberapa di antaranya berikut ini!
1.
Perencana Bisnis
Berkelanjutan
Salah satu profesi yang bisa
diisi oleh seorang alumni jurusan bisnis digital adalah perencana bisnis
berkelanjutan atau Sustainable Business Planner. Di posisi ini kamu akan
bertugas menjadi coordinator yang menyusun upaya pelaksanaan bisnis secara
berkelanjutan, terutama pasca terjadinya krisis. Kamu juga akan membuat
analisis risiko bisnis dan bagaimana efeknya terhadap keberlanjutan bisnis.
Dengan berbagai langkah dan analisis bisnis diharapkan bisa kembali produktif.
2.
Manajer Pemasaran Digital
Manajer pemasaran digital bisa
dibilang sebagai posisi yang cukup populer dan banyak dicari oleh
perusahaan-perusahaan saat ini. Manajer pemasaran digital bertanggung jawab
atas perencanaan dan pengelolaan kampanye pemasaran yang mempromosikan merek,
produk dan layanan yang disediakan. Jika kamu berada di posisi ini, kamu
memiliki beberapa tanggung jawab termasuk:
·
Merencanakan
kampanye atau iklan termasuk budgeting-nya
·
Menganalisis metrik
·
Mengidentifikasi
tren dan pergerakannya untuk menyusun rencana promosi terbaik yang efektif.
Manajer pemasaran digital
biasanya memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait pemanfaatan media sosial
sebagai media promosi.
3.
Konsultan Bisnis
Peran utama seorang konsultan
bisnis adalah membantu perusahaan lain untuk meningkatkan dan mengoptimalkan
model bisnis mereka secara keseluruhan. Seorang konsultan bisnis memanfaatkan
informasi yang tersedia dari perusahaan yang menjadi kliennya untuk membantu
masalah optimalisasi mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks.
Konsultan bisnis menganalisis
praktik dalam sebuah perusahaan atau organisasi, mengidentifikasi kelemahan dan
menawarkan solusi. Mereka juga umumnya memiliki spesialisasi dalam bidang
tertentu seperti pemasaran, sumber daya manusia, manajemen, teknik atau
keuangan dan mampu memberikan saran terkait topik yang dikuasainya. Konsultan
bisnis biasanya menjadi bagian dari sebuah perusahaan konsultan.
4.
Konsultan Pemasaran
Digital
Konsultan pemasaran digital
adalah penasihat eksternal yang berspesialisasi dalam memanfaatkan saluran
pemasaran online untuk menghasilkan prospek dan meningkatkan konversi
penjualan. Layanan konsultan pemasaran digital bervariasi, tergantung pada
kebutuhan masing-masing perusahaan. Beberapa konsultan mungkin hanya menangani
kampanye pemasaran tertentu. Tapi ada juga konsultan yang bertugas mengawasi
seluruh strategi pemasaran dari awal sampai akhir.
Terlepas dari cakupan yang
dibutuhkan oleh klien, sebagai konsultan pemasaran digital kamu bertanggung
jawab memastikan kampanye yang diluncurkan bisa membantu perusahaan mencapai
tujuan mereka. Selain itu, kamu juga harus bisa memilihkan saluran pemasaran
yang tepat berdasarkan produk dan audiens target klien kamu. Dengan semua
strategi ini, klien atau perusahaan tempat kamu bekerja bisa menghasilkan
prospek berkualitas dan mengonversi lebih banyak penjualan.
5.
Analis Digital
Seorang analis digital
memiliki tugas untuk memastikan akurasi laporan, analisis dan dasbor terkait
aset digital sebuah perusahaan. Jika kamu ditempatkan di posisi ini, kamu akan
menggunakan perangkat lunak CRM (Customer Relationship Management) untuk
membantu proses analisis data.
Posisi semacam ini melibatkan
pemeriksaan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif dengan tujuan akhir
memberikan pengalaman digital yang optimal kepada pelanggan. Baik sebelum atau
sesudah mereka mengunjungi situs perusahaan.
Bagi analis digital yang
menangani pemasaran, mereka bekerja dengan sejumlah data. Mereka umumnya
ditugaskan untuk memeriksa kekuatan dan kelemahan pesaing. Dengan data
tersebut, mereka akan memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan
tempat mereka bekerja.
Untuk menduduki posisi ini,
perusahaan biasanya membutuhkan kandidat yang punya pemahaman menyeluruh
terkait SEO (Search Engine Optimization) dan strategi pemasaran dengan media
sosial. Kamu juga akan bekerja dekat dengan penelitian kata kunci, pengelolaan
data dalam jumlah besar dengan menggunakan berbagai alat analitik.
6.
Manajer Pengembangan
Bisnis
Bisnis digital yang berbasis
teknologi adalah bisnis yang dinamis dan selalu berubah seiring berjalannya
waktu. Karena itu, perusahaan yang ingin baju secara digital harus memiliki
sosok yang mampu mengembangkan bisnis untuk memajukan posisi perusahaan di
pasar. Posisi inilah yang akan diisi oleh seorang manajer pengembangan bisnis
atau Business Development Manager.
Seorang manajemen pengembangan
bisnis banyak terlibat dengan tim produk, marketing hingga jajaran C-level dalam
manajemen perusahaan. C-level biasanya memberikan banyak masukan dalam
pengembangan bisnis yang nantinya akan dikolaborasikan oleh manajer
pengembangan bisnis dengan tim produk dan marketing. Tugas ini tentu terkait
dengan hal-hal yang bersifat digital maupun non digital (offline).
Sebagai tantangan terbesar yang dihadapi para pebisnis
dari berbagai sektor usaha, transformasi digital membutuhkan tenaga-tenaga baru
yang andal di bidangnya. Jurusan bisnis digital diharapkan bisa membantu
mempersiapkan tenaga kerja yang siap menciptakan cara baru untuk terhubung,
berkolaborasi dan menjalankan bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital.
Dengan menggabungkan antara bisnis digital dengan
manajemen secara umum, para alumni diharapkan bisa mempersiapkan berbagai
sektor bisnis untuk maju melalui evolusi digital yang ada.
Jurusan Bisnis Digital dan Apa Saja yang
Dipelajari di Dalamnya
Secara ringkas, program studi bisnis digital memberikan
pelajaran bisnis berbasis teknologi. Jurusan ini akan mencetak sumber daya
manusia yang siap ditempatkan di perusahaan-perusahaan seperti e-commerce,
marketplace, startup dan lain sebagainya. Lantas, apa saja yang akan dipelajari
di jurusan ini?
Cakupan ilmu dalam jurusan bisnis digital cakupannya
sangat luas. Kamu akan belajar tentang bagaimana cara kerja dan pembuatan
e-commerce, web developer, pentingnya user experience hingga pemrograman. Untuk
kamu yang menyukai media sosial, kamu juga akan dibelai tentang bagaimana cara
sukses membuat kampanye atau iklan lewat media sosial.
Selain fokus pada teknologi digital, ilmu bisnis kamu
juga akan dibangun lewat jurusan ini. Teori dasar bisnis secara umum termasuk
hukum bisnis, pengantar bisnis hingga kewirausahaan dan perilaku konsumen juga
akan dipelajari di sini. Beberapa contoh mata kuliah jurusan bisnis digital
antara lain adalah Analisis Bisnis Digital, Strategi Bisnis Digital dan
Implementasinya, E-Marketing dan E-CRM hingga Ekonomi Digital Baru. Menarik
sekali, bukan?
Prospek Karier Alumni Jurusan Bisnis Digital
Semakin pesatnya pertumbuhan teknologi membuat
masyarakat semakin bergantung pada hal-hal yang sifatnya digital. Transaksi
online lewat e-commerce saja misalnya, sudah mencapai Rp266 triliun lebih pada tahun
2020. Di tahun 2021, terjadi kenaikan sebesar 48,5% mencapai Rp395 triliun. Ini
menunjukkan bahwa peluang bisnis digital semakin besar dan tentu saja peluang
kerja juga semakin tinggi.
Ada beberapa prospek karier menjanjikan bagi kamu alumni
jurusan bisnis digital. Simak beberapa di antaranya berikut ini!
1.
Perencana Bisnis
Berkelanjutan
Salah satu profesi yang bisa
diisi oleh seorang alumni jurusan bisnis digital adalah perencana bisnis
berkelanjutan atau Sustainable Business Planner. Di posisi ini kamu akan
bertugas menjadi coordinator yang menyusun upaya pelaksanaan bisnis secara
berkelanjutan, terutama pasca terjadinya krisis. Kamu juga akan membuat
analisis risiko bisnis dan bagaimana efeknya terhadap keberlanjutan bisnis.
Dengan berbagai langkah dan analisis bisnis diharapkan bisa kembali produktif.
2.
Manajer Pemasaran Digital
Manajer pemasaran digital bisa
dibilang sebagai posisi yang cukup populer dan banyak dicari oleh
perusahaan-perusahaan saat ini. Manajer pemasaran digital bertanggung jawab
atas perencanaan dan pengelolaan kampanye pemasaran yang mempromosikan merek,
produk dan layanan yang disediakan. Jika kamu berada di posisi ini, kamu
memiliki beberapa tanggung jawab termasuk:
·
Merencanakan
kampanye atau iklan termasuk budgeting-nya
·
Menganalisis metrik
·
Mengidentifikasi
tren dan pergerakannya untuk menyusun rencana promosi terbaik yang efektif.
Manajer pemasaran digital
biasanya memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait pemanfaatan media sosial
sebagai media promosi.
3.
Konsultan Bisnis
Peran utama seorang konsultan
bisnis adalah membantu perusahaan lain untuk meningkatkan dan mengoptimalkan
model bisnis mereka secara keseluruhan. Seorang konsultan bisnis memanfaatkan
informasi yang tersedia dari perusahaan yang menjadi kliennya untuk membantu
masalah optimalisasi mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks.
Konsultan bisnis menganalisis
praktik dalam sebuah perusahaan atau organisasi, mengidentifikasi kelemahan dan
menawarkan solusi. Mereka juga umumnya memiliki spesialisasi dalam bidang
tertentu seperti pemasaran, sumber daya manusia, manajemen, teknik atau
keuangan dan mampu memberikan saran terkait topik yang dikuasainya. Konsultan
bisnis biasanya menjadi bagian dari sebuah perusahaan konsultan.
4.
Konsultan Pemasaran
Digital
Konsultan pemasaran digital
adalah penasihat eksternal yang berspesialisasi dalam memanfaatkan saluran
pemasaran online untuk menghasilkan prospek dan meningkatkan konversi
penjualan. Layanan konsultan pemasaran digital bervariasi, tergantung pada
kebutuhan masing-masing perusahaan. Beberapa konsultan mungkin hanya menangani
kampanye pemasaran tertentu. Tapi ada juga konsultan yang bertugas mengawasi
seluruh strategi pemasaran dari awal sampai akhir.
Terlepas dari cakupan yang
dibutuhkan oleh klien, sebagai konsultan pemasaran digital kamu bertanggung
jawab memastikan kampanye yang diluncurkan bisa membantu perusahaan mencapai
tujuan mereka. Selain itu, kamu juga harus bisa memilihkan saluran pemasaran
yang tepat berdasarkan produk dan audiens target klien kamu. Dengan semua
strategi ini, klien atau perusahaan tempat kamu bekerja bisa menghasilkan
prospek berkualitas dan mengonversi lebih banyak penjualan.
5.
Analis Digital
Seorang analis digital
memiliki tugas untuk memastikan akurasi laporan, analisis dan dasbor terkait
aset digital sebuah perusahaan. Jika kamu ditempatkan di posisi ini, kamu akan
menggunakan perangkat lunak CRM (Customer Relationship Management) untuk
membantu proses analisis data.
Posisi semacam ini melibatkan
pemeriksaan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif dengan tujuan akhir
memberikan pengalaman digital yang optimal kepada pelanggan. Baik sebelum atau
sesudah mereka mengunjungi situs perusahaan.
Bagi analis digital yang
menangani pemasaran, mereka bekerja dengan sejumlah data. Mereka umumnya
ditugaskan untuk memeriksa kekuatan dan kelemahan pesaing. Dengan data
tersebut, mereka akan memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan
tempat mereka bekerja.
Untuk menduduki posisi ini,
perusahaan biasanya membutuhkan kandidat yang punya pemahaman menyeluruh
terkait SEO (Search Engine Optimization) dan strategi pemasaran dengan media
sosial. Kamu juga akan bekerja dekat dengan penelitian kata kunci, pengelolaan
data dalam jumlah besar dengan menggunakan berbagai alat analitik.
6.
Manajer Pengembangan
Bisnis
Bisnis digital yang berbasis
teknologi adalah bisnis yang dinamis dan selalu berubah seiring berjalannya
waktu. Karena itu, perusahaan yang ingin baju secara digital harus memiliki
sosok yang mampu mengembangkan bisnis untuk memajukan posisi perusahaan di
pasar. Posisi inilah yang akan diisi oleh seorang manajer pengembangan bisnis
atau Business Development Manager.
Seorang manajemen pengembangan
bisnis banyak terlibat dengan tim produk, marketing hingga jajaran C-level dalam
manajemen perusahaan. C-level biasanya memberikan banyak masukan dalam
pengembangan bisnis yang nantinya akan dikolaborasikan oleh manajer
pengembangan bisnis dengan tim produk dan marketing. Tugas ini tentu terkait
dengan hal-hal yang bersifat digital maupun non digital (offline).






Tidak ada komentar:
Posting Komentar